Asal nama Desa Wedung
Pada akhir
abad ke-15, masa pembangunan Masjid Agung Demak,
kepulauan tersebut dinamakan kepulauan Wadung. Dalam masa pambangunan Masjid
Agung membutuhkan 4 buah tiang jati (Soko) yang awalnya semua adalah dari Muria
Kudus yang dibawa dari Kudus melalui jalur laut
mengunakan getek , getek pambawa kayu jati dari hutan Muria terdampar di
Kepulauan Gajah-Oyo karena ombak besar. Setelah diteliti, ternyata hanya
tersisa 3 dari 4 gelondong tiang jati (soko). Saat para pekerja ingin
memperbaiki geteknya, “wadungnya” tidak ada, diperkirakan jatuh tercebur
di perairan Kepulauan Gajah-Oyo. Kemudian mereka berinisiatif membuat jaring
untuk “ngrikit” (dari tali-temali yang ada, yang berbentuk jaring—seret
yang ditarik bersama menelusuri (ngrikiti) gugusan-gugusan tepi pulau) guna
menjaring satu gelondong dan wadung yang hilang. Namun, apa yang dicari tak
kunjung ditemukan meski sudah “digribig” (dijaring secara merata).
Akhirnya, gethek berhenti di desa ujung-timur bagian selatan yang kemuduan
dinamakan Desa Gribigan.
Dan
rakyatnya, kaum nelayan, menggunakan jaring krikit, yang ditarik bersama
menyusuri pantai sampai dengan lahirnya jaring trol atau jaring pukat
harimau. Kemudian tempat ini disebut Kepulauan Wadung. Seiring
perkembangan masyarakat dan masing-masing pulau menjadi pedesaan, Kepulauan
Wadung menjadi Pedesaan Wedung, dan akhirnya menjadi Desa Wedung.
Kemudian
getek pembawa kayu jati untuk tiang Masjid Agung Demak
tersebut melanjutkan perjalanannya dengan hanya membawa 3 tiang. Saat pembangunan
dimulai, dengan terpaksa Sunan Kalijaga
menyusun satu soko dari beberapa potongan kayu yang dirakit dengan tali yang
disebut soko tatal.






14 komentar:
apik mb'....,
keren bngtttttt
kerennnnnnn dillllll
cocox
@r:yow lach cah themax tax rach...,
@i:themak tach ra'....,
ciippp ui ben tmbh trkenal,,.
demak iqu kyox iye...?
demakk
cukup menarik ceritanya...
cucox...,
dhill
oooooo
sejarach-nya themax kyk gtu ea...,
dhil
apik crtane ,,
siiiip
0k dil,,
hlah mak-demak,,,
Posting Komentar